my INSPIRATION


SUKSESKAN AKSI, HARGA MATI!!!!

(Refleksi QS. Al Ashr 1-3 dan QS. Al Maa’idah: 2)

Alhamdulillah, segala al Hamd kita tujukan kepada Allah Rabb semesta alam. Dialah Allah yang menguasai hati kita. Allah jua yang memberikan kita hidayah dan petunjuk sehingga detik ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya. Padahal dalam detik yang sama banyak manusia tidak melakukan kekufuran kepadaNya dan tidak sedikit pula yang dipalingkan hatinya menuju ke kesesatan. Oleh karena itu hendaklah kita bersyukur Ar Rahman yang masih menjaga cahaya iman dan islam dalam diri kita. Shalawat dan salam kepada Rasulullah , rasul mulia yang sangat mengasihi kita (insya Allah kita termasuk bagian dari umatnya), kepadanya kita sepatutnya malu. Beliau (rasulullah) sangat memperhatikan kita akan tetapi kebanyakkan dari kita justru sering menyakiti hatinya, kita sering sekali lalai atau melalaikan diri dari melakukan apa-apa yang diperintahkan sebaliknya kita merasa sombong melakukan kemaksiatan yang dilarang olehnya. Semoga kelak kita termasuk orang yang terpilih untuk mendapatkan syafaatnya. Amma ba’du.

Ikhwani wa akhowat fillah rahimakumullah…

Allah berfirman,”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Surat di atas merupakan surat pendek yang sering kali kita baca, kita dengar, dan sebagian kita Allah mudahkan daripadanya untuk menghafal. Surat Al ‘Ashr termasuk surat makkiyah, diturunkan sebelum hijrah. Surat Al ‘Ashr jika kita cermati terdiri atas 3 ayat, 14 kalimat, dan 68 huruf. Para ulama memberikan perhatian yang besar terhadap surat Al ‘Ashr sebab dalam keringkasannya terkandung banyak sekali manfaat bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Imam Asy Syafi’I rahimahullah pernah berkata,”Andaikata manusia benar-benar memperhatikan isi surta ini niscaya akan cukup untuk mengubah keadaan mereka, pendirian, dan amal kelakuan mereka”. Sampai Ubaidillah bin Hishin berkata bahwa biasa terjadi di masa lalu jika dua orang sahabat bertemu lalu salah satunya membaca surat Wal ‘Ashri kemudian berpisahlah keduanya dengan salam.

Sebelum kita berbicara lebih jauh, mari kita cermati tafsir surat ini. Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa di dalam surat ini Allah menyuruh menganjurkan supaya kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh sejarah manusia sepanjang masa, di mana juga mereka berada, supaya mendapatkan suatu bukti kenyataan bahwa semua perjuangan usaha mereka sia-sia belaka bahkan merugi dan kecewa, kecuali manusia yang beriman, mengikuti tuntunan ajaran para nabi, rasul yang diutus Allah untuk memimpin manusia ke jalan yang yang dicita-citakan oleh manusia itu sendiri, yaitu hidup aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat. Dan iman tidak akan berbukti kecuali dengan amal shalih, sedang keduanya tidak akan merata kepada semua lapisan masyarakat kecuali dengan dakwah yaitu ingat-mengingatkan untuk kembali berpegang, berlandaskan yang haq, kemudian selalu berpesan supaya sabar, tabah hati tidak mudah terpengaruh oleh bisikan, rayuan dari siapapun dan apapun. Seakan-akan surat ini memberikan kepada umat islam kunci bahagia dan sejahtera hidup sepanjang masa dan di mana saja.

Tafsiran di atas memberikan inspirasi yang sangat banyak kepada kita. Allah Yang Mahatahu tentang diri kita, apa sebenarnya tujuan-tujuan hakiki yang ingin kita capai, kita raih telah memberikan petunjuk untuk mendapatkannya. Dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya di atas bahwa tujuan hakiki tersebut adalah aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat. Akan tetapi tidak berhenti sampai penjabaran tujuan hakiki dari setiap manusia, ayat tersebut pun memberikan petunjuk bagaimana cara mencapainya. Tentunya dengan sebaik-baik cara yang menghantarkan seseorang yang menempuhnya sampai pada tujuan hakiki tersebut. Dengan kata lain, jika seseorang menempuh cara-cara selain yang dituntunkan pada surat Al ‘Ashr, maka yang ditemuinya adalah kebingungan dan kesesatan. So, jika ingin sampai pada keadaan aman, sejahtera, dan bahagia dunia akhirat ya gunakan Al ‘Ashr way’s.

AKSI SKRIPSI

Sehubungan dengan bahasan di atas, insya Allah proses dan jalur-jalur Al ‘Ashr way’slah yang kita tempuh dan kita menjadikannya ‘talang air’ atas segala amal-amal yang dilakukan saat merumuskan, mempersiapkan, memasarkan, melaksanakan secara profesional di hari H, dan pada saat melakukan evaluasi tentangnya. Ketika kita jadikan sebagai talang air maka logikanya adalah air (kita) mengalir mengikuti ‘talang’ tersebut.

Dalam AKSI SKRIPSI ini kita berkeras tenaga merealisasikan bukti keimanan kita kepada Allah dan rasulNya yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah. Seperti Allah memerintahkan kita untuk berdakwah, Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imron:110). Kita aktualisasikan dengan berbagai amal shalih sesuai dengan apa yang sudah diamanahkan kepada kita.

Seorang PJ Utama AKSI beramal shalih dengan mengkoordinasi saudara-saudaranya diberbagai bidang amanah yang diberikan agar bisa sampai pada tujuan acara. Seorang seksi acara beramal shalih dengan mengcreate acara agar menarik, kondusif, nyaman dengan seoptimal mungkin agar output kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Bendahara sebagai salah satu elemen kunci yang menjadi sebab berdenyutnya AKSI harus amanah dengan manajemen dana. Mulai dari koordinasi dengan sekretaris mengurus proposal kegiatan sampai manajemen keuangan (dana proposal, dana kontribusi peserta, dana lain) saat pelaksanaan acara agar dana minimal tetap dalam kondisi balance. Seksi transportasi amanah terhadap ketepatan waktu pemberangkatan dan kepulangan secara safe serta secure, memastikan kelaikkan jalan bagi kendaraan yang membawa peserta menuju tujuan acara, lalu memastikan adanya sarana transportasi sesuai kebutuhan acara sampai masalah pembiayaan. Seksi Konsumsi beramal shalih dengan mengusahakan konsumsi yang tepat waktu, terjaga kehalalan dan tingkat “thoyibbisitasnya” sehingga dimakan menyehatkan, mengenyangkan, memberikan tenaga dan semangat kuat –energi keshalihan- bagi peserta atau panitia memaksimalkan potensi amalnya dalam kegiatan AKSI. Seksi Publikasi sebagai corong AKSI beramal shalih dengan memperluas seluas-luasnya kesempatan para mahasiswa memperoleh manfaat kebaikan dari esensi dakwah yang ada di dalam AKSI. Semangatnya membara untuk membagi informasi melalui berbagai media yang Allah mudahkan baginya yakni ajakan persuasif yang ia torehkan melalui pamflet, selebaran kecil, poster di mading, pengkoordinasian dengan pementor, perekrutan significant others pada mahasiswa yang dijadikan target pasar untuk menyukseskan acara ini. Kemudian Seksi Perlengkapan beramal shalih dengan sikapnya yang amanah terhadap manajerial segala sarana yang mendukung kesuksesan acara. Sejak awal ia bertugas membuat daftar kebutuhan dari tiap seksi, ia pisah-pisahkan mana sarana yang musti disiapkan oleh seksi yang terkait atau secara khusus oleh seksi perlengkapan. Ia bertanggungajawab pula atas sarana-sarana yang dibawa ke lokasi sampai sarana itu kembali pada posisi awalnya (jika barang pinjaman;pastikan sudah dikembalikan).

Kesemua bidang dalam kepanitian bekerja secara integrated, saling mengisi, saling mengingatkan, dan mengutamakan komunikasi selama melaksanakan tugas. PJ Utama Kegiatan AKSI yang fungsinya sebagai koordinator hendaknya memfasilitasi komunikasi yang efektif melalui syuro-syuro, ataupun melalui sarana komunikasi yang formal/informal lainnya. Disinilah kita mencoba belajar melakukan amal jama’I dan ta’awun dalam taat dan taqwa kepada Allah . Allah berfirman,”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. Al Maa’idah:2).

At last, ingat-ingatlah selalu keutamaan orang yang berdakwah dijalan Allah selama berproses melangsungkan PERHELATAN AKBAR DAKWAH PSIKOLOGI bernama AKSI ini. Rajin-rajinlah untuk selalu meluruskan niat ajarilah hati kita ikhlash semata-mata mengharap Wajah Allah dalam AKSI ini. Karena hanya dengan begitu kita insya Allah akan mendapatkan pertolongan Allah. Karena sadarilah, terutama dalam agenda-agenda dakwah kita, seberapapun efektif, profesional, solidnya suatu kepanitiaan tidak akan mampu menyukseskannya. Hanya atas pertolongan Allah (nashrullah) semata acara akan sukses. Tugas kita WAJIB MEMAKSIMALKAN IKHTIAR untuk mengusahakan sebab-sebab datangnya pertolongan Allah tersebut. Salah satunya adalah dengan doa. Masing-masing panitia mintalah pertolongan kepada Allah agar kegiatan ini sukses, pesertanya OPTIMAL, dimudahkan dalam segala prosesnya, dan semoga melalui acara ini baik peserta maupun panitia bisa memperoleh manfaat dunia akhrat. Wallahu a’lam. AYO TETAP SEMANGAT dan TULARKAN!

SUKSESKAN AKSI, HARGA MATI!!!!!!

By. MS, dedicated for AKSI

APA DOsa, SUAMI bantu istri di rumah?

by. Dhen Anjrah C. S. Psi

Saya heran dengan beberapa kelakuan para suami yang muncul pada abad ini. mereka pulang ke rumah sedangkan di rumah banyak pekerjaan tetapi sedikitpun ia tidak tergerak membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Seakan dia telah menggolongkan bahwa pekerjaan rumah itu ya jobdesknya istri. Suami pulang kerja sudah capek.Suami menutup mata, tidak mau memahami kerepotan istri, dan tidak mau mengerti betapa capeknya istri menjaga amanah-amanahnya.

Ada pula suami yang mungkin berpikir bahwa dirinya adalah seorang yang terpandang, memiliki jabatan tinggi, kekuasaan yang besar di tempat-tempat kerjanya. Maka ia takut harga dirinya jatuh ketika membantu istrinya di rumah. Suami gengsi, barangkali ada anak buahnya yang meilhatnya bekerja di rumah membantu istrinya. Takut harga dirinya jatuh.

Ada pula yang lantas mencarikan istri seorang pembantu. Suami berpikir bahwa pembantu akan menjadi solusi atas kerepotan-kerepotan yang dialami istri. Ya, memang tidak bermasalah dengan menghadirkan pembantu di rumah tangga kita, akan tetapi patut juga direnungkan beberapa efek “lain” atas kehadiran seorang pembantu. Sudah tampak kerusakan-kerusakan rumah tangga bermula dari permasalahan pembantu, entah suami yang selingkuh dengannya, istri yang berkhalwat dengan non mahram yang berujung dengan perzinaan, bisa juga anaknya yang terpengaruh akhlaq buruk pembantu, atau sekedar faktor pengasuhan anak yang jadinya justru lebih lekat kepada pembantu dari pada sang ibu yang melahirkannya. Saya bukan bermaksud mengatakan bahwa memiliki pembantu itu buruk adanya, akan tetapi saya memandang dengan perpektif berbeda tentang kehadiran pembantu di rumah tangga.

Sadarilah, ada potret nyata kehidupan rumah tangga yang sangat perlu jadi barometer dalam bahtera yang kita tengah bangun. sebuah potret rumah tangga yang suaminya mempunyai amanah yang sangat besar. Sang suami tidak sekedar memimpin 100 atau 100 karyawan dikantornya saja, akan tetapi lebih dari itu. amanahnya juga tidak sekedar mengurusi segolongan orang yang kaya-kaya atau yang miskin-miskin saja, akan tetapi sang suami mengurusi mulai dari miskin yang papa, yang lemah, sampai yang kaya. Bahkan sang suami ini menjamin terpenuhinya hak-hak mereka dengan adil. Suami ini juga seorang kepala negara yang kekuasaannya bukan satu kota atau propinsi saja. Tetapi penguasa yang kekuasaannya sangat luas dan terus melakukan ekspansi-ekspansi militer. Sang suami jugalah seorang pemimpin perang.Pemimpin revolusi berpikir, ideologi, dan segalanya.

Uniknya,segudang amanah di atas dan amanah lain yang belum disebutkan amatlah sangat banyak, sang suami ini masih mau membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah. Ia ringankan beratnya amanah istri mengelola rumah. sang suami menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri rusak. Ia bantu qurrotu a’ininya dengan penuh rasa ketawadhu’an. dan beliaulah RAsulullah saw. cermati hadist berikut:

1. Dari ‘Aisyah Radiyallahu’anha bahwa rasulullah saw beliau biasa menjahit pakaiannya, menambal sandalnya,dan mengerjakan pekerjaan rumah tangganya (HR.Ahmad).

2. Dan dari Ibrahim bin Al Aswad berkata,”Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah: Apa yang dikerjakan Nabi di rumahnya?” Dia menjawab: “Beliau dalam pekerjaan istrinya -artinya biasa membantu keluarganya- jika tiba waktu shalat, beliau segera keluar untuk shalat”. (HR. Bukhori No 5579).

Para suami, tulisan ini juga tidak berarti saya lantas menyuruh para suami berlebihan bersikap terhadap istri. Karena para istri pun memiliki lahan ibadah yang sangat afdhol ia tunaikan sebaik-baiknya sebagai bekalnya menghadap Allah swt. Begitupun bagi para istri, agar tidak menggunakan tulisan ini sebagai pembenaran untuk menuntut hal yang berlebihan terhadap suami. Tetapi yang pertengahan bagi keduanya. Kiranya suami bisa lebih mengerti keadaan istri, yakni membantu pekerjaan-pekerjaan rumahnya. Karena seperti itulah yang dicontohkan oleh rasulullah saw kepada kita semuanya. Apabila sampai pada waktu shalat, maka tinggalkanlah pekerjaan itu untuk berjamaah shalat lima waktu di masjid.Salah satu hikmah yang dapat dipetik, bermula dari sikap pengertian suami terhadap kerepotan dan tugas-tugas istri, insya Allah akan menguatkan ikatan cinta diantara keduanya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

WASPADA TERHADAP WAKTU

Bencana terbesar bukanlah kematian tetapi menyianyiakan waktu. Karena kematian hanya memutuskan kalian dari dunia dan kesenangan hidup. Sementara menyia-nyiakan waktu memutuskan kalian dari Allah dan syurga”.

(Imam Syafi’i)

KAjian Siyasi

alhamdulillah ditengah saya sedang berselancar di dunia maya, saya menemukan kajian yang sagat bagus mengenai bagaimana daulah islamiyah. kemudian di dalamnya juga dijelaskan bagaimana rasulullah membangun negara pada waktu dulu sehingga mencapai kegemilangan.

apa saja yang harus ditempuh berdasarkan al qur’an dan as sunnah di jelaskan oleh ust. Abdul Hakim Abdat, seorang pakar hadist kenamaan di indonesia. di dalamnya juga terdapat penjelasan pandangan islam mengenai demokrasi, demonstrasi, dan beberapa pemikiran menyimpang pada akhir zaman ini mengenai penegakan daulah islamiyah di muka bumi. dengarkan dan download kajiannya disini.

wasalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Mutiara Hadist

عن ابي هريرة – رضي الله عنه قال- عن النبي صلى الله عليه و سلم قال - من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من مرب يوم القيامة ، ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا و الآخرة ، ومن ستر مسلما ستره الله فى الدنيا و الآخرة ، و الله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه . و من سلط طريقا يلتمس فيه علما سهل الله به طريقا الى الجنة ، وما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله و يتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم السكينة و غشيتهم الرحمة و حفتهم الملائكة و ذكرهم الله في من عنده ، و من بطأ به عمله لم يسرع به نسبه - رواه مسلم بهذا اللفظ Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat”.(HR.Muslim No 2699)

FILOSOFI ENTREPRENEURSHIP

Panah
" Give a man a fish and you feed him for a day. Teach him HOW TO FISH and you feed him for a life time".
(Stephen R. Covey)

Al Fudhail bin Iyadh Al ‘Abid Al Haramain

Bulusan, 9 April 2008

Berhati-hati dalam menyampaikan ilmu (agama)

Ketika datang kepadanya seseorang yang meminta suatu hadist, maka
jiwanya akan merasa terbebani sekali untuk memberikannya. Fudhail
berkata,”Seandainya kamu meminta kepadaku beberapa dinar, maka itu
akan lebih mudah bagiku untuk memberikannya daripada kamu meinta
kepadaku hadist”. Dijawab oleh yang datang kepadanya,”Barangkali
kamu memberikan kepadaku hadist-hadist yang berisi faedah-faedah yang
tidak aku miliki, maka itu lebih membuatku senang daripada kamu
memberikan beberapa dinar”.

Fudhail kembali menjawab,”Sesungguhnya kamu telah terkena fitnah.
Ketahuilah aku bersumpah demi Allah, seandainya kamu mempraktikkan
hadist-hadist yang telah kamu dengar dan peroleh, maka itu sudah
cukup membuatmu sibuk dari yang belum kamu dengar. Engkau telah
mendengar Sulaiman bin Mihran berkata,’Jika dihadapanmu terdapat
makanan yang ingin kamu makan, lalu kamu mengambilnya segenggam demi
segenggam untuk kamu buang kebelakangmu, kapan kamu merasakan
kenyang!?’”.

Sedih dan takut

Fudhail berkata, “Kosongkan hatimu untuk sedih dan takut sampai
keduanya dapat bersarang. Apabila sedih dan takut bersarang pada
hatimu, maka keduanya akan membentengimu dari melakukan maksiat dan
menjauhkan dirimu dari api neraka”.

Efek dosa dan maksiat

Fudhail berkata,”Jika kamu tidak mampu menunaikan qiyamul lail
dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu
terhalangi dan terbelenggu oleh dosa dan kesalahan yang kamu
perbuat”.

Jenis-jenis manusia

Dari Ibrahim bin Al Asy’ats, dia berkata, “aku teah mendengar Al
Fudhail bin Iyadh berkata,”Manusia yang paling berdusta adalah
manusia yang mengulangi perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.
Manusi paling bodoh adalah manusia yang menunjukkan amal kebaikannya.
Manusia yang paling mengetahui Allah adalah manusia yang paling takut
kepadaNya. Manusia tidak akan sempurna sehingga agamanya mampu
mengalahkan nafsunya, dan manusia tidak akan binasa sehingga nafsunya
mengalahkan agamanya”.

Sedih dan gembira

Fudhail berkata,”Sedih di dunia menhilangkan keresahan di akhirat,
dan gembira di dunia menghilangkan manisnya beribadah”. 

Taken from: Farid, Ahmad. 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta:
Pustaka Al Kautsar

Jadi PNS aja, belajar dari mbah Maridjan

Beberapa
kali saya mengikuti seminar entrepreneur yang didalamnya ‘menghujat’
pekerjaan mulia mengabdi pada negara ini. Sepenangkapan saya, kog
dalam seminar-seminar tersebut profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil
kog ya ‘nista’ amat. Apalagi sering dikaitkan dengan penghasilan
yang dihasilkan itu cenderung sedikit, identik dengan kemiskinan, dan
jiwa-jiwa yang kurang pemberani.

Gambaran
tersebut seakan menafikan partisipasi beliau-beliau (PNS) dalam
membangun bangsa dan negara ini. Termasuk kesuksesan para
entrepreneur petrodollar sekalipun tidak lepas dari manusia
yang terletak dikuadran kiri ini. Simpelnya, siapa sih yang membantu
mereka memasukkan dan mengeluarkan barang? Apa mereka tidak melewati
bea cukai? Aku Tanya, “Siapa yang ada dibea cukai? Siapa yang
menjadikan barang Anda menjadi laku diluar negeri secara legal dan
dipercaya para pelanggan?”. Di sana-sini banyak sentuhan tangan
dingin manusia yang dikelompokkan oleh Robert T. Kiyosaki dalam kelas
Employee ini.

Aku
juga kurang setuju, jika profesi mulia ini semata-mata dinilai dari
sisi penghasilan saja. Sebuah contoh luar biasa diteladankan oleh
Mbah Maridjan. Saya yakin setiap kita mengenal mbah Maridjan melalui
slogan “Rosa-rosanya”. Namun, mari kita teliti lebih jauh profil
beliau ditinjau dari beliau sebagai ‘pegawai negerinya’ Keraton
Yogyakarta.  Dijelaskan oleh Sri Sultan yang tidak lain adalah big
boss
-nya bahwa beliau sampai bangga punya pegawai berdedikasi
tinggi seperti Mbah Maridjan. Selanjutnya dikatakan oleh beliau, Mbah
Maridjan merupakan potret patriot dan negarawan yang patut ditiru.

 

Sri
Sultan mencontohkan betapa amanahnya beliau terhadap ‘tugas negara’
untuk menjadi kuncen gunung merapi, disaat semua orang
mengungsi, beliau tetap pada tugasnya. Disaat muncul instruksi untuk
mengungsi oleh bupati Sleman, beliau tetap pada tempatnya. Saat
ditanya perihal kenapa tidak ‘turun gunung’, kenapa tidak ikut
mengungsi, padahal keadaannya sudah sangat membahayakan? Sri Sultan
dengan penuh takdzim menjelaskan alasannya. Menurut Raja
Keraton  Yogyakarta ini, Mbah maridjan mengatakan bahwa dirinya
mengabdi pada Sultan. Sultanlah yang memberikan amanah kepadanya
untuk  menjaga gunung merapi. Sedangkan kanjeng sinuhun (Sri Sultan)
belum memerintahkan saya (Mbah Maridjan) untuk mengungsi.

 

Luar
biasa jawaban Mbah Maridjan ini. Beliau tidak bergeser dari tugasnya,
sampai pimpinan tertingginya memerintahkan beliau untuk berpindah.
Bagi saya, inilah profil Pegawai Negeri Sejati.  Entah berapa gaji
beliau menjaga gunung Merapi yang luasnya berhektar-hektar. Bukan
barang yang tidak mungkin, gaji beliau menjadi seorang kuncen
tidaklah lebih banyak jika dibandingkan gaji seorang kepala dusun di
tempat KKN saya.  Namun Allah subhanahu wata’ala Mahaadil.
Dedikasi, pengorbanan, tanggung jawab beliau terhadap amanah yang
diembannya ‘dibayar’ mahal. Yakni dengan terpilihnya beliau
menjadi bintang iklan sebuah minuman energi di Indonesia ini.

Singkatnya,
saya berpikir bahwa menjadi PNS juga merupakan pilihan yang baik.
Profil ‘PNS’ Unggulan seperti Mbah Maridjan hendaknya bisa kita
jadikan pelajaran yang berharga. Menjadi PNS bukan semata-mata faktor
materi. Bukan pula mengejar pretise, kekayaan, atau bahkan sebagai
ajang sebesar-besarnya untuk menjadi hamba nafsu dan perut. Akan
tetapi, lebih mulia dari itu, yakni kita menjadi PNS yang menjalankan
fungsi kita sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi ini.

In
other hand
, kritikan negative dari para entrepreneur dan image
negative dari masyarakat mengenai PNS juga hendaklah disikapi secara
terbuka. Masukan berharga ini sesegera mungkin dicerna, diserap, dan
dipahami. Kemudian dijadikan sebagai motivasi dan batu loncatan untuk
meningkatkan kinerja, profesionalitas, dan produktivitas dalam
menjalankan amanah-amanahnya.  Terakhir, jadilah PNS sejati yang
berjiwa  Entrepreneur, dan seorang entrepreneur yang berjiwa PNS
sejati. Why? Seorang Entrepreneur juga harus berjiwa PNS sejati agar
dia tidak lupa kepada rakyat, sehingga dengan mudahnya Ia jual tanah
airnya sendiri untuk dapatkan satu dua koin recehan. Wallahu
a’lam bish shawab.

dhen@njrah. Kalirejo metropolitan, 15/2/08. 06.02

Harẽ Gẽnẽ percaya Dukun?


Oleh
Abu Ubaidah (MS SKRIPSI 06-07)

 

Kita awali diskusi
ini dengan memperhatikan sikap seorang muslim yang beriman kepada
Allah dan RasulNya, Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

 

 


kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika
kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An
Nisaa’:59)


 


apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang
dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (QS. Al Hasyr: 7)


 

sikap
seorang muslim apabila ia berhadapan pada permasalahan entah itu
permasalahan yang bersifat keduniaan lebih-lebih permasalahan akhirat
adalah mengembalikannya kepada petunjuk Allah (Al Qur’an) dan
Rasul-Nya (As Sunnah). Karena hanya dengan mengikuti petunjuk dari
dua sumber rujukan utama kita ini kita akan mendapatkan penjelasan
yang lengkap, komprehensif, dan solutif. Tiada sumber rujukan lain
yang lebih utama selain keduanya. Kemudian, setelah kita mendapatkan
penjelasan tentang permasalahan-permasalahan yang kita hadapi, kita
harus menerima lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.


Sehubungan
dengan paragraf di atas, beberapa waktu ini mahasiswa psikologi
disibukkan dengan rangkaian peristiwa pencurian yang menyebabkan
keresahan sekaligus tanda tanya. Memang sudah bawaan lahir manusia
untuk mencari jawaban atas misteri-misteri yang ditemuinya. Sayang
sekali, kecenderungan ini kurang diarahkan maksimal sehingga ada
sebagian mahasiswa yang mencari jawaban atas berbagai kasus pencurian
tersebut dengan cara yang kurang tepat.  Terus terang saja, yakni
dengan bertanya pada paranormal atau dukun.


Agar
tidak melebar mari kita batasi dulu pengertian dukun pada konteks
pembicaraan kita. Secara umum pengertian dukun adalah sebutan bagi
mereka yang mengetahui sesuatu yang ghaib dengan metode yang
bermacam-macam. Semisal mengetahui tentang masa depan, masalah jodoh,
nasib beruntung atau celakanya, dan rejeki. Padahal, pada hakekatnya
hanya Allah Subhanahu wata’ala semata yang mengetahuinya.
Beberapa metode yang dipakai dijelaskan oleh Al Khudhairiy (2002, h.
69) sebagai berikut:


  1. a’araf
    (peramal): orang yang mengambil (berita ghaib-pen) dari pencuri
    berita (syetan-pen) lalu mengabarkan sesuatu yang ghaib tentang masa
    depan. Pendapat lain mengatakan bahwa al a’araf  adalah
    orang yang mengabarkan apa yang ada di dalam hati, ada pula orang
    yang mengaku mengetahui sesuatu yang dicuri, tempat kehilangan dan
    lain sebagainya.

  2. rammal:
    orang yang mengaku mengetahui yang ghoib dengan jalan memukul
    sesuatu dengan menggunakan batu atau membuat garis di pasir.

  3. kahin:
    (dukun) yaitu orang yang mengaku mengetahui ilmu ghoib.

  4. munajjim:
    orang yang mengaitkan kejadian-kejadian di bumi berdasarkan keadaan
    bintang. Sebagaimana yang sering dijumpai di koran-koran dalam
    bentuk ramalan bintang.


Rasulullah
Shalallahu’alaihi wasalam telah memberikan peringatan kepada
kita mengenai mendatangi, bertanya, atau bahkan meminta pertolongan
kepada mereka dengan ancaman yang sangat keras. Simak hadist-hadist
berikut ini:


Rasulullah
bersabda, ”Barangsiapa mendatangi tukang ramal dan menanyakan
kepadanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya,
maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari”. 
(HR.
Muslim)

 

Rasulullah
bersabda, “barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan apa
yang dikatakannya, maka ia benar-benar kafir terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam (Al Qur’an dan
As Sunnah)”.
(HR. Ke empat periwayat As Sunan, Al Hakim) 

 

Dari
Imran bin Husain radhiallahu’anhu secara mar’fu’,
“Tidak termasuk golongan kami orang yang meramal atau meminta
diramal, dan orang yang melakukan praktek perdukunan atau orang yang
meminta ditangani dukun (meramal atau diramal), menyihir atau minta
disihirkan. Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa
yang dikatakannnya, maka ia benar-benar kafir terhadap wahyu yang
diturunkan kepada Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam”.
(HR. Al
Bazzar)


Maka sudah
sepatutnya kita sebagai seorang Muslim memahami permasalahan ini dan
mengambil sikap yang tepat sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan As
Sunah. Secara umum, melalui hadist-hadist di atas, pertama, kita
paham akan kafirnya dukun, tukang ramal, dan sebagainya yang
mengaku-ngaku mengetahui hal-hal yang ghaib padahal hakikatnya itu
adalah kekhususan bagi Allah, haramnya mendatangi. Ke dua, keharaman
untuk mendatangi, bertanya, mempercayai dukun dan semacamnya serta
ancaman besar akan perbuatan tersebut. Ke tiga, kafirnya orang yang
mendatangi dan mempercayai mereka. Ke empat, tidak mungkin terkumpul
antara mempercayai dukun dengan iman kepada Al Qur’an (Al
Khudhairiy, 2002, h. 68).


Oleh karena itu,
kami mengajak segenap rekan di Psikologi untuk mengembangkan nalar
ilmiah dalam menyikapi ujian ini (berbagai kasus pencurian). Di
Psikologi kita telah diajarkan untuk berpikir ilmiah melalui berbagai
metode yang dapat kita tempuh. Kita berharap, cara berpikir dan
metode ilmiah tersebutlah yang digunakan pula dalam merespon
kasus-kasus pencurian ini.


Sadarilah, Allah
memberikan ujian tiada lain agar kita semakin mendekat kepada-Nya.
Maka sikapilah ujian ini dengan perilaku yang menghantarkan kita
kepada keridhoannya. Mungkin sudah ada yang terlanjur percaya apalagi
sampai mem-publis-kan berita-berita dari dukun tersebut, maka
bertaubat segera. Setan sangat suka melihat kaum muslimin bercerai
berai, saling berprasangka negatif satu sama lain, dan hidup dalam
perasaan saling curiga akibat sebuah berita yang belum jelas
kebenarannya. wallahu a’lam bishshawab. 7/12/07

 

Referensi:

Al
Khudhairiy, Ibrahim bin Sholeh.  2002. Tanya Jawab Tauhid.
Syifa: Kantor Kerjasama Da’wah, Bimbingan,  dan Penyuluhan
Orang-Orang Asing.

Alu
Syaikh, Abdurrahman Hasan. 2003. Fathul Majid; Syarah Kitab
Tauhid. Edisi Revisi.
Jakarta: Pustaka Azzam

Paradigma HPA