my INSPIRATION


Jangan Asal Bekam

Den @njrah

Alhamdulillah, segala syukur kepada Allah Subhanahu
wata’ala
atas limpahan segala niat dan karunia-Nya sehingga kita
masih dalam naungan nikmat iman dan islam. Dua nikmat terbaik yang
sangat kita damba agar Allah Yang Mahamemelihara menjadikan keduanya
tetap bersemayam dalam diri kita hingga kelak berjumpa dengan
wajah-Nya yang agung. Shalawat dan salam atas nabi kita, nabi
Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam. Amma ba’du.


        Bekam
merupakan salah satu ilmu sunnah yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia yang diajarkan langsung oleh rasulullah
Shalallahu’alaihi wasalam. Pada salah satu hadist rasulullah
bersabda, “Jibril mengabarkan kepadaku bahwa bekam merupakan
metode pengobatan paling bermanfaat yang digunakan oleh manusia”
(Shohihul Jami no. 218) dan pada hadist yang lain,
Pengobatan paling utama yang kalian gunakan adalah bekam”
(Bukhori-Muslim). Sudah dapat dipastikan, bagi seorang
muslim yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya yakin dan percaya akan
petunjuk tersebut.

        Berkat
pertolongan Allah Subhanahu wata’ala pada masa sekarang ini
banyak yang telah belajar dan bi idznillah (dengan ijin Allah) memperoleh manfaat kesembuhan dari salah satu ilmu kedokteran
nabi (Ath Thibbun Nabawi) ini. Berbagai penyakit mulai dari
penyakit ‘ringan’ seperti sakit kepala, migrain, demam, masuk
angin, encok sampai penyakit ‘berat’ seperti kanker, tumor,
stroke, kemandulan, diabetes mellitus, lumpuh bi idzillah bisa
disembuhkan dengan bekam. Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah atas nikmat ilmu pengobatan ini.Oleh karena itu, pada
kesempatan kali ini saya berharap bisa sedikit urun rembug
mengenai ilmu pengobatan bekam ini, semoga dapat memberikan
kemanfaatan dalam pengembangannya di masa depan.

 

        Tulisan
didasarkan atas cita-cita agar pengobatan bekam ini lebih dapat
memberikan kemanfaatan bagi umat islam pada khususnya dan secara umum
bagi seluruh umat manusia di dunia. Jadi, bukanlah bekam ini hanya
sekedar menjadi tren mode pengobatan pada masa tertentu, kemudian ia
hilang ditelan jaman. Sehubungan dengan masalah ini, posisi
Akupungtur di dunia medis sekarang bisa dijadikan sebuah motivasi.

 

Dewasa ini akupungtur yang notabene ilmu pengobatan tradisional dari
negeri tiongkok yang dulunya dianggap oleh ilmu kedokteran barat
tidak ilmiah, tidak rasional, dan jika memberikan efek kesembuhan,
maka kesembuhan tersebut hanya kebetulan saja. Saat ini telah
diterima oleh kedokteran barat, yakni dengan munculnya akupungtur
medis yang didukung oleh penelitian ilmiah kedokteran ‘modern’
menggunakan isotop nuklir pada titik-titik akupungtur. Sehingga tidak
asing kita temukan pada sejumlah fakultas kedokteran dibarat, metode
pengobatan ini mereka ajarkan dikelas-kelas. Bukanlah suatu hal yang
tidak mungkin, kelak ilmu pengobatan bekam dan ilmu pengobatan sunnah
nabi akan menduduki posisi yang demikian bahkan lebih dari
itu. Artinya, at thibbun nabawi dijadikan rujukan utama dalam
dunia pengobatan di masa depan.Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk
memperdalam pemahaman tentang bekam. Akan sangat baik jika kita
melanjutkan peneletian-penelitian ilmiah tentang bekam secara lebih
mendalam.

Selanjutnya, para ahli bekam juga harus berjiwa terbuka ketika
menerima masukan konstruktif dari ilmu pengobatan yang lain. Saya
teringat akan salah satu hadist nabi yang menyatakan bahwa hikmah
adalah milik kaum muslimin, maka rasulullah memerintahkan kita untuk
mengambil hikmah-hikmah tersebut. Secara sederhana misalkan dari ilmu
pengobatan akupungtur, kita akan mengenal teori yin yang.
Melalui teori yin yang, kita akan memahami alasan mengapa
tidak semua kasus penyakit kita gunakan bekam basah. Ada beberapa
kasus yang jika kita gunakan bekam basah justru akan semakin
memperburuk kondisi pasien. Sehingga kita paham, bahwa ada pasien
yang lebih baik bekam basah semua, atau bekam kering semua, atau
kombinasi bekam basah dan bekam kering. Ada pula pasien yang
memerlukan kombinasi antara bekam basah dan bekam kering. Tentunya
pemilihan jenis bekam yang akan kita gunakan harus berdasarkan
diagnosis, sehingga pilihan bekam yang akan digunakan tepat dan bi
idznillah
kesembuhan pun terjadi.

Akhirnya, saya kembali mengajak untuk terus mengembangkan keilmuan
dan skill pengobatan kita untuk kemaslahatn da’wah, diri kita, dan
umat pada umumnya. kita kembangkan sikap penuh kearifan untuk
mengambil berbagai hikmah dari ilmu Allah yang bertebaran di muka
bumi ini. Fa idza ‘azamta fatawakal ‘alallahi. Wallahu a’lam.

senam nifas

Ahad, 29 Juni 2003 - 15:00:55,  Penulis : Salamah Ummu Hamnah AMKeb.
Kategori : Info Praktis
SENAM NIFAS
Umumnya,
para ibu pasca melahirkan takut melakukan banyak gerakan. Sang ibu
biasanya khawatir gerakan-gerakan yang dilakukannya akan menimbulkan
dampak yang tidak diinginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).

Salah satu aktivitas yang dianjurkan untuk dilakukan para ibu setelah
persalinan adalah senam nifas. Senam ini dilakukan sejak hari pertama
setelah melahirkan hingga hari kesepuluh. Dalam pelaksanannya, harus
dilakukan secara bertahap, sistematis, dan kontinyu.

Tujuan senam nifas ini di antaranya memperbaiki sirkulasi darah,
memperbaiki sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, memperbaiki tonus
otot pelvis, memperbaiki regangan otot abdomen/ perut setelah hamil,
memperbaiki regangan otot tungkai bawah, dan meningkatkan kesadaran
untuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul.

Program senam nifas dimulai dari tahap yang paling sederhana hingga
yang sulit. Dimulai dengan mengulang tiap 5 gerakan. Setiap hari
ditingkatkan sampai 10 kali. Adapun gerakan-gerakannya sebagai berikut:

Hari pertama, ambil nafas dalam-dalam, perut dikembungkan,
kemudian napas dikeluarkan melalui mulut. Ini dilakukan dalam posisi
tidur terlentang.

Hari kedua, tidur terlentang, kaki lurus, tangan direntangkan
kemudian ditepukkan ke muka badan dengan sikap tangan lurus, dan
kembali ke samping.

Hari ketiga, berbaring dengan posisi tangan di samping badan, angkat lutut dan pantat kemudian diturunkan kembali.

Hari keempat, tidur terlentang, lutut ditekuk, kepala diangkat sambil mengangkat pantat.

Hari kelima, tidur terlentang, kaki lurus, bersama-sama dengan
mengangkat kepala, tangan kanan, menjangkau lutut kiri yang ditekuk,
diulang sebaliknya.

Hari keenam, tidur terlentang, kaki lurus, kemudian lutut ditekuk ke arah perut 90o secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan.

Hari ketujuh, tidur terlentang kaki lurus kemudian kaki dibuka sambil diputar ke arah luar secara bergantian.

Hari 8, 9, 10, tidur terlentang kaki lurus, kedua telapak tangan diletakkan di tengkuk kemudian bangun untuk duduk (sit up).

Untuk dicatat, pekerjaan rumah yang ringan dikerjakan setelah minggu III  dan yang agak berat setelah minggu IV.

Selamat mencoba!   lebih jauh silahkan klik: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=75

Pijat Es Sebelum Bersalin

Pijat Es Sebelum Bersalin
Info Sehat - Monday, 26 July 2004

Kafemuslimah.com
Sakit hebat menjelang persalinan membuat nyeri sebagian wanita. Padahal
bongkahan es batu yang biasa dipakai untuk mengawetkan ikan laut bisa
membebaskan mereka dari derita itu. Pecahan es batu secukupnya
dimasukkan ke dalam handuk tangan. Lalu ditekan-tekan pada titik
dipunggung tangan di antara jempol dan telunjuk – disebut LI-4 pada
pengobatan tradisional Cina. Cara itu efektif meredam sakit akibat
kontraksi.

Itulah laporan teranyar Journal of Midwifery and Woman’s Health.
Sebuah studi dilakukan pada 49 wanita hamil berusia 16 – 38 tahun
yang sedang menanti kelahiran. Mereka menerima perlakuan pijat es
selama kontraksi berlangsung pada salah satu tangan.

Pemijatan diulangi pada tangan lainnya bergitu kontraksi selanjutnya
terjadi. Itu terus dilakukan bergantian hingga total waktu perlakuan
mencapai 20 menit atau sudah mencapai kontraksi ke– 4.

Hasilnya intensitas dan derajat kenyerian kala kontraksi berkurang.
Intensitas sakit berkurang 19% bila pemijatan di tangan kanan; tangan
kiri , 50%. Derajat kenyerianpun hanya menyebabkan ketidaknyamanan,
tidak sampai membuat stress. Daripada menghindari sakit dengan bius
tapi beresiko buruk pada bayi yang dilahirkan, para ibu lebih baik
memilih terapi pijat es. Aman dan bisa dilakukan oleh siapapun.

Disalin dari : Majalah Trubus No. 411 Februari 2004
Disalin oleh: lis susilowati
lebih jauh monggoh ke; http://kafemuslimah.com/article_detail.php?id=404

Paradigma HPA 2

Muslim Herbalis

Saya kira akan lebih mudah menjelaskan paradigma Muslim ini dengan beberapa pertanyaan awal: Mengapa jadi herbalis? Dan bagaimana paradigma muslim herbalis? Apa bedanya dengan herbalis atau perawat kesehatan lain secara umum?

Sebelumnya, anda akan saya hadapan kepada kenyataan dunia pengobatan sekarang ini melalui point of view kita sebagai seorang herbalis muslim. Pada kenyataannya, dunia pengobatan dan kesehatan masa kini jauh dari tuntunan agama. Padahal, selamat tidaknya kita baik di dunia maupun kelak di akhirat adalah sejauh mana kita dalam menjalani segala aspek kehidupan ini sesuai dengan apa yang telah ditunjukkan oleh Allah dan Rasul Nya (agama). Karena disitulah segala sesuatu telah diberikan penjelasannya. Allah swt berfirman,"…Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS. An Nahl: 89). Dan dalam ayat lain, Allah terbebas dari lupa, Allah swt berfirman, " … Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;" (QS. Thaahaa: 52). Maka sudah sepatutnya kita mengedepankan konsep agama terhadap segala perkara yang kita hadapi.

Ironisnya, masih saja banyak masyarakat kita yang tidak menghiraukan persoalan penting ini. Mereka memilih jalan kemusyrikan dalam mengusahakan kesembuhan bagi dirinya. Mereka datangi antek-antek setan (para dukun) yang kini banyak menggunakan panggilan "yang menjual" seperti orang pintar, paranormal, terkun;dokter dukun, ahli terapi transfer energi, kiai atau ustadz "x" dan sebutan lain sehingga tampak samar ke-klenik-kannya. Para antek setan ini membekalkan rajah, jimat-jimat, benda-benda bertuah, atau amalan tertentu kepada pasiennya. Padahal semua itu adalah bagian dari kemusyrikan dan haram hukumnya. Maka penting bagi kita untuk belajar mengenali mereka, agar kita dapat membentengi umat dari agen-agen dan perilaku syirik yang kian menggurita. Allah swt berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (QS. An Nisaa’: 116). Tidak akan didapati kesembuhan berobat dengan perkara yang diharamkan Allah.

Syirik tidak hanya melanda terapis saja namun pada pasien juga. mereka meyakini bahwa karena fulan atau fulanah-lah saya jadi bisa sembuh. Dalam bahasa lain pasien mengatakan, "Saya sembuh karena meminum obat ini dan itu". Sepertinya ini perkara yang sepele, namun pada hakikatnya besar. Mereka lupa bahwa Allahlah yang memberikan kesembuhan. Allah swt berfirman," Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku," (QS. Asy Syu’araa: 80). Percaya bahwa sebab (obat) dapat menyembuhkan adalah syirik. Begitu pula pengobat yang meyakini bahwa dirinyalah (sifat keakuan) yang menyembuhkan inipun termasuk syirik. Karena obat maupun kita sebagai seorang pengobat adalah semata-mata sekedar wasilah saja. Amat mudah bagi Allah swt memberikan kesembuhan kepada sesiapa saja dan Ia memiliki berjuta-juta cara untuk melakukannya.

Kedua, dunia kesehatan sekarang ini masih menggunakan barang-barang haram dalam terapinya. Mulai dari menggunakan bahan-bahan yang terang keharamanya seperti darah, minuman keras, atau dengan daging hewan yang diharamkan, dan sebagainya. Mereka gunakan gelatin yang diolah dari tulang dan kulit babi sebagai kapsul dan tablet-tablet obat. Mereka gunakan pula insulin yang diambil dari pankreas babi untuk bapak-ibu kita yang terkena diabetes. Sampai kita, adik-adik kita, atau anak-anak kita kelak juga tidak bebas dari barang-barang haram tersebut. Mereka biakkan vaksin melalui jaringan tubuh yang diambil dari barang-barang yang diharamkan, seperti janin bayi manusia yang digugurkan, dari ginjal kera, atau juga menggunakan bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Padahal Allah swt berfirman, "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah" (QS. An Nahl: 114). Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan (obat) yang haram" (HR. Ad Daulabi, shahih). Dalam hadist lain, dai Ummu Salamah r.a., Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit) kalian pada apa-apa yang haram" (HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban, hasan lighoirihi).

Dari dua perkara ini kita sudah seharusnya merenung. Penyakit adalah salah satu ujian dari Allah swt. Jika kita berobat dengan cara-cara demikian sudah barang tentu dengan ujian tersebut kita akan semakin jauh dari Allah swt. Padahal seharusnya, dengan ujian tersebut kita akan mendapatkan ampunan dosa atau Allah naikkan derajat. Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allahakan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya" (HR.Bukhori, no.5660). Jika dengan penyakit tersebut sampailah ajalnya, maka bagaimana keadaan matinya? Belum lagi ketika sakit, ia tinggalkan shalat, dan ia berprasangka buruk kepada Allah atas sakitnya.

Herbalis muslim berbeda dengan pengobat secara umum. Ianya sadar betul bahwa menjadi seorang herbalis bukanlah karena profesi untuk menolong orang atau apalagi semata-mata untuk memperolah berbagai keuntungan dunia. Ia menjadi herbalis sebagai penghambaan kepada Tuhannya. Sikap-sikapnya dekat dengan nuansa rabbani. Basah lisanya dengan dzikir, sibuk hatinya dengan mengingat dan mentadabburi ayat-ayatNya. Dan inilah yang menjadi visi Perubatan Jawi, yakni melahirkan manusia-manusia rabbani (rabbaniyun) yang memiliki hubungan kuat antara dirinya selaku hamba dengan Rabnya, Allah swt sebagai khaliq (pencipta).

Oleh karena itu, patut diperhatikan bahwa untuk menjadi seorang herbalis hendaklah terlebih dahulu memiliki persiapan jiwa yang matang, sehingga ia mampu memberikan perawatan holistic yang meliputi jasmani dan rohani. Karena dari kedua unsure tersebutlah penyakit berasal. Sehingga dalam perawatan tersebut bi’idznillah didapatkan tidak saja kesembuhandari penyakit fisik yang dideritanya, tetapi juga kesembuhan dari penyakit hatinya. Jadi seandainya pun dengan sebab sakitnya tersebut ia dipanggil oleh Allah swt, ia dalam kondisi berprasangka baik dan ridho akan takdir yang dihadapinya. Insya Allah wafat dalam keadaan Khusnul Khatimah. Wallahu a’lam.

Ma’roji

‘Aasyur. Abdullatif Ahmad. 1991. 10 Orang Dijamin ke Surga. Jakarta:Gema Insani Press.

Gymnastiar, Abdullah. 2003. Malu Jadi Benalu. Bandung:MQ Publising

Ismail. 2003. Inilah Pandangan Kami. Bekasi: PT. Bahana Mandiri Sentosa

Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. 2005. Do’a dan Hiburan bagi Orang Sakit dan Terkena Musibah. Bogor:Pustaka Imam Syafi’i

Khalid, Muh. Khalid. 2004. Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah. Bandung:CV Penerbit Diponegoro

Majalah Kesehatan Alamiah Kitab Perubatan Jawi. Bekasi: PT. Bahana Mandiri Sentosa. Edisi no. 1/Vol. I/Juni-Juli 2003.

Yasin, Syihab Al Badri. 2005. Bekam Sunnah Nabi dan Mu’jizat Medis. Solo:Al Aqwam

Paradigma HPA 1

Paradigma HPA

"Usahawan yang Herbalis dan Herbalis yang Usahawan"

by Anjrah Ari Susanto, c. S. Psi, Herbalis

Muslim Entrepreneur

Rasulullah saw bersabda,"Tiada ada sesuatu makanan yang baik melebihi apa yang dihasilkan dari usahanya sendiri. Nabi Allah Daud makan dari usahanya sendiri" (HR. Bukhori).

Rasulullah adalah seorang entrepreneur. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim, bahkan beberapa tahun kemudian status beliau berubah menjadi seorang yatim piatu. Keadaan demikian tidak membuat beliau menyerah dengan keadaan. Beliau memilih untuk mandiri. Sebuah keteladanan bagi umat, terlebih bagi para pemuda seumuran kita.

Umur 8 tahun 2 bulan beliau sudah mulai menggembalakan kambing. Terus berkembang, hingga pada usia 12 tahun sudah melakukan perjalanan internasional menjadi kafilah dagang. Beliau bertransaksi dagang ke Syiria, 2 kali ke Bahrain, 2 kali ke Kapus, dan 4 kali ke Yaman. Minimal sudah 16 kali perjalanan dagang yang telah beliau lakukan. Kemudian di usia 25 tahun, kita telah tahu, Muhammad saw menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda.

Subhanallah

… coba hitung, andai kita kurskan 1 ekor onta adalah 7 juta rupiah, maka beliau memberikan mahar sebesar 140 juta rupiah. Padahal onta yang dijadikan mahar adalah onta muda. Onta yang mahal dan ‘bergengsi’ dijamannya. Di negara kita, kira-kira apakah sudah pernah ditemukan pemuda yang dengan usahanya sendiri menikah dengan mahar sebanyak dan setara itu? Masalahnya, bukan sekedar perkara jumlah berapa ekor unta yang dimaharkan. Logikanya, seseorang yang mampu memberikan mahar sebesar itu tentunya memiliki jumlah onta yang lebih banyak lagi. Lebih dari 20 ekor!.

Selanjutnya, cermatilah bahwa para sahabat nabi penyokong pilar da’wah nabi adalah orang-orang yang berkemampuan financial yang baik. Berikut adalah kisah sahabat nabi, Abdurahman bin Auf. Bermula dari bagaimana keadaan beliau saat baru saja hijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau sedikitpun tidak membawa bekal materi apa-apa. Namun sosok pedagang yang sukses berdasarkan petunjuk nabi ini memilih untuk berjuang, bekerja, dan berusaha. Di Madinah beliau memulai usaha dengan berdagang keju dan minyak samin. Sedikit demi sedikit kemudian terkumpulah hasil usahanya tersebut.

Orang ke delapan yang mula-mula masuk islam ini telah mengenal jalan menuju surga. Oleh karena itu ia ingin memperolehnya dengan pemberian dan pemgorbanan. Pemberian dan pengorbanan dengan harta dan seluruh jiwa raganya. Di kisahkan, suatu hari kota madinah yang sedang aman dan tentram terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota. Debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpal hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Apakah gerangan?

Sesaat kemudian, penduduk Madinah ramai, saling memanggil dan menghimbau menyaksikan 700 kendaraan yang sarat muatan dan mememuhi jalan-jalan kota Madinah. Ke 700 kendaraan yang sarat muatan tersebut adalah kafilah dagang Abdurrahman bin ‘Auf yang baru saja tiba dari Syam. Ummul mu’minin, Aisyah r.a. mendengar hiruk pikuk tersebut, lalu bertanya, "Apakah yang telah terjadi di kota Madinah?". Beliau mendapatkan jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin ‘Auf baru datang dari Syam membawa barang dagangannya. Kemudian Ummul Mu’minin berkata, "Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukkan ini?". Di jawab, "Benar ya Ummal mu’minin … karena ada 700 kendaraan". Ummul Mu’minin menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengingat apa yang telah Rasulullah saw katakan tentang Abdurrahman bin ‘Auf, Rasulullah saw bersabda, "Aku lihat Abdurrahman bin ‘Auf memasuki surga dengan surga dengan merangkak".

Ucapan Aisyah tersebut terdegar sampai Abdurrahman bin ‘Auf, lalu beliau berkata, "Kalau bisa aku akan masuk surga dengan melangkah (berjalan kaki)". Lalu dibagikannya seluruh muatan 700 kendaraan itu fi sabilillah kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya. Sebuah kisah yang menjadi teladan bagi kita, bahwa keuntungan dunia yang kita dapatkan jangan sampai menjadikan kita kehilangan keuntungan yang kekal di akhirat.

Salah seorang entrepreneur muslim kontemporer pernah bertutur, "Seorang muslim dengan akidahnya yang mantap akan menganggap bisnis sebagai upaya jihad di jalan Allah karena aturan-aturan agama sangat mengedepankan nilai-nilai moral. Nilai-nilai moral tersebut bisa dijadikan sebagai pilar kuat untuk menjadi seorang wirausahawan…".

Masih banyak lagi kisah-kisah entrepreneur penyokong pilar da’wah Rasulullah saw. Bahkan pada jika kita cermati, dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, hampir semuanya adalah para pedagang (entrepreneur). Sebuah profesi sunnah yang sekarang ini banyak ditinggalkan dengan berbagai alasan. Tidakkah kita ingat Rasul saw yang kita cinta, beliau berasal dari keluarga miskin, yatim piatu, seorang yang ummi alias tidak berpendidikan, tidak memilikiuang, dan tidak ahli dalam menghasilkan sesuatu. Tetapi beliau mampu bangkit dan menjadi pengusaha muda yang professional. Jadi, TIDAK ADA ALASAN yang menghalangi kita untuk menjadi seseorang yang produktif dan menghasilkan sesuatu seperti halnya Rasulullah saw.

Ingatlah selalu sabda nabi berikut, Rasulullah saw bersabda, "Penghasilan apa yang paling baik?". Maka beliau menjawab, "apa yang dihasilkan seseorang dari pekerjaan tangannya dan semua jual beli mabrur" (HR. Bukhori-Muslim). Dan pada hadist yang lain rasulullah saw bersabda, "Seseorang yang mencari kayu lalu memanggulnya diatas pundaknya lebih baik baginya dari mengemis yang kadang kala diberi atau ditolak" (HR. Bukhori). Meminta-minta disini maknanya tidak sekedar untuk seorang pengemis yang meminta, namun boleh jadi kita pun termasuk di dalamnya. Cuma kita berbeda, kita meminta-minta terhadap ke dua orangtua kita, dan menjadi "benalu" bagi mereka. Padahal Rasulullah saw memperingatkan dalam salah satu hadistnya bahwa kebiasaan meminta-minta kelak di hari kiamat akan merupakan bintik hitam yang menggelapkan wajah, karena perbuatan meminta-minta tersebut hanya dibenarkan pada tiga kondisi berikut: orang kafir yang berkalang tanah, orang yang terbelit utang piutang yang amat memberatkan, dan orang yang terbebani kewajiban membayar diyat yang amat menyakitkan (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Untuk itu, mari kita berusaha untuk mandiri dengan berwirausaha.

WASKAT: Wasiat MALAIKAT!

WASKAT: Wasiat MALAIKAT! NEWS. Ada satu sunnah nabi Muhammad saw yang saat ini telah banyak ditinggalkan dan sehubungan dengan peristiwa Isro’nya beliau. Sunnah yang mengandung banyak sekali hikmah dan manfaat bagi kehidupan segenap manusia. Khususnya dalam bidang kesehatan, baik untuk peningkatan kualitas, perawatan, sekaligus untuk terapi pengobatan terhadap segala macam jenis penyakit yang terjadi pada manusia. Sunah tersebut disebut dengan bekam (Hijamah), mari kita perhatikan sabda nabi berikut ini,

dalam riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud dan riwayat Baihaqi,”Aku tidak berjalan dihadapan sekelompok malaikat pun pada malam ketika aku diisro’kan , kecuali mereka berkata, “Wahai Muhammad, perintahlah umatmu agar berbekam!” (Shohihu’l Jami’:5671).

dari Ibnu ‘Abbas r.a. ,”Tidaklah aku berlalu dihadapan sekelompok malaikat pun pada malam ketika aku diisro’kan, kecuali masing-masing dari mereka pasti mengatakan kepadaku, “Muhammad, hendaklah kamu berbekam!” (Shohihu’l Jami’:5672, Al Misykat: 4544).

Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya, dari Ibnu Mas’ud yang berkata, “Rasulullah saw suatu ketika bercerita tentang malam ketika beliau diisro’kan, bahwa beliau tidak berlalu pada satu kelompok malaikat pun kecuali mereka menyuruh beliau dengan mengatakan, ‘Perintahlah umatmu agar berbekam!’”. (Hadist Hasan Ghorib, Ath Thibb, 1977).

Saya mengundang rekan-rekan untuk bersama mengkaji, mengamalkan sunah mu’akad melalui kajian dan training yang T2NC (Tembalang Thibbun Nabawi Center) adakan. Lain-lain contact me: 0819 318 22 389.